Maraknya Kekerasan Pada Perempuan di Jawa Tengah

Maraknya Kekerasan Pada Perempuan di Jawa Tengah

Kasus kekerasan pada perempuan di Jawa tengah dari tahun ke tahun makin marak terjadi. Kekerasan yang terjadi semakin meningkat dan makin beragam modusnya.

Dalam data yang didapat dan diterima dari pengaduan Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM), setidaknya dalam kurun waktu 2020 ada 151 kasus kekerasan perempuan di jateng dengan jumlah korban mencapai 156 orang.

Menurut Witi Muntari selaku Kepala Operasional LRC-KJHAM, kasus tersebut merata di seluruh daerah di Jateng, dimana paling tinggi terjadi di Kabupaten Semarang yang mencapai hingga 44 kasus, sedangkan Kota Semarang sebanyak 43 kasus.

“Tahun lalu yang terbanyak di Kota semarang, sekarang beralih di Kabupaten Semarang,” ungkapnya saat Launching Laporan Tahunan Situasi Kekerasan terhadap Perempuan di Jateng yang digelar secara daring, Senin (8/3).

Witi melanjutkan bahwa kasus tertinggi di Kabupaten Semarang rata-rata dipengaruhi karena adanya permohonan dispensasi perkawinan atau pernikahan di bawah umur.

“Kami melakukan konseling untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan secara keseluruhan, ternyata calon pengantin perempuan adalah korban kekerasan seksual,” lanjutnya.

Kasus kekerasan pada daerah lain ditemukan setidaknya 1-6 kasus per kabupaten atau kota. Namun kasus tersebut tidak menutup kemungkinan dikarenakan tidak dipublikasikan masalah keterbukaan korban yang tidak ingin melapor ke pihak berwajib.

You might also like
Tags: , , , , ,

More Similar Posts

Menu