Mengapa Harga Makanan Di Bandara lebih Mahal

Bagi para pelancong yang seringkali terbang dan harus mencari makan di bandara, mungkin sudah tidak asing lagi dengan fakta bahwa harga makanan di bandara cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan tempat umum lainnya. Ini sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ketika membeli makanan atau minuman di bandara, kita harus bersiap-siap mengeluarkan uang lebih banyak. Namun, kenaikan harga tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan didasari oleh beberapa faktor yang cukup kompleks.

Pertama-tama, biaya sewa di bandara menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga makanan dan minuman di sana lebih mahal. Gerai-gerai yang beroperasi di area bandara harus membayar biaya sewa bulanan yang sangat tinggi. Besarnya harga sewa ini bergantung pada kebijakan masing-masing bandara dan belum termasuk biaya untuk pembangunan gerai, tagihan listrik, dan berbagai pengeluaran lainnya. Oleh karena itu, penyewa gerai cenderung menaikkan harga makanan dan minuman untuk menutupi biaya operasional yang besar ini.

Kemudian, kondisi pasar khusus di bandara juga memainkan peran penting dalam menaikkan harga produk makanan dan minuman. Bandara, sebagai tempat dengan zona keamanan tinggi, tidak mengizinkan penumpang membawa makanan dan minuman dari luar ke dalam bandara. Kondisi ini memaksa penumpang untuk membeli makanan atau minuman di dalam bandara, yang kemudian memungkinkan penyewa gerai untuk menetapkan harga yang lebih tinggi untuk produk mereka. Sebagai tempat yang menargetkan orang-orang dalam perjalanan transit dan pelancong yang mengalami keterlambatan penerbangan, bandara menciptakan pasar khusus yang membatasi pilihan konsumen dan memungkinkan kenaikan harga.

Selanjutnya, praktik profit sharing atau berbagi keuntungan dengan pihak bandara menjadi faktor lain yang turut menyumbang pada kenaikan harga makanan dan minuman di bandara. Gerai-gerai di area bandara sering kali memiliki kesepakatan untuk berbagi keuntungan atau profit sharing dengan pihak bandara. Karena bisnis penerbangan dianggap sebagai bisnis yang berisiko tinggi dan fluktuatif, kebijakan profit sharing diterapkan. Dengan demikian, selain mendapatkan pendapatan dari aktivitas penerbangan, bandara juga mendapatkan pendapatan dari profit sharing dengan penyewa tempat di bandara. Kebijakan ini kemudian mendorong penyewa gerai untuk menjual makanan dan minuman mereka dengan harga yang lebih tinggi untuk memenuhi kewajiban berbagi keuntungan.

Dalam keseluruhan, faktor-faktor seperti biaya sewa yang tinggi, pasar khusus di bandara, dan praktik profit sharing dengan pihak bandara semuanya berkontribusi pada kenaikan harga makanan dan minuman di bandara. Meskipun para pelancong mungkin merasa terbebani dengan biaya yang lebih tinggi, pemahaman akan alasan di balik kenaikan harga ini dapat membantu meningkatkan kesadaran akan dinamika ekonomi di dalam bandara dan industri penerbangan secara keseluruhan.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu