Terpopuler! Fenomena Blue Moon dan Arti Kesialan Angka 13

Fenomena Blue Moon atau Bulan Biru yang terjadi pada Minggu, 22 Agustus 2021, berhasil mencuri perhatian publik. Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Andi Pangerang menyatakan, fenomena Blue Moon yang terjadi kali ini termasuk kategori Bulan Biru Musiman.

Selain Bulan Biru Musiman, Andi menegaskan hal lain dari Bulan Biru, yakni Bulan Biru Bulanan. Fenomena istimewa ini terjadi ketika Bulan Purnama kedua dari salah satu bulan di dalam kalender Masehi yang di dalamnya terjadi dua kali Bulan Purnama.

Sementara, Bulan Biru Musiman ialah Bulan Purnama ketiga dari salah satu musim astronomis yang di dalamnya terjadi empat kali Bulan Purnama.

Terjadi setiap dua atau tiga tahun sekali, Bulan Biru Musiman sebelumnya pernah terjadi pada 19 Mei 2019 dan 22 Mei 2016. Selanjutnya, fenomena ini akan kembali terjadi pada 20 Agustus 2024 dan 20 Mei 2027 mendatang.

Fenomena tersebut berlangsung pada awal musim astronomis saat Bulan Purnama pertama terjadi, sehingga sangat memungkinkan terjadi empat kali Bulan Purnama dalam sebuah musim astronomis. Inilah yang disebut dengan Bulan Biru, fenomena terjadinya empat kali Bulan Purnama dalam satu musim astronomis.

Andi  menguraikan, yang dimaksud Bulan Biru, bukanlah bulan yang berwarna biru. beliau mengungkap bahwa adanya kesimpang siuran pada asal usul historinya. Sejumlah pihak pun menganggap sebagai kesalahan interpretasi.

“Banyak orang meyakini istilah “Bulan Biru” yang dimaknai sebagai sesuatu hal yang terjadi sangat langka berasal dari ketika kabut asap dan abu vulkanik dari letusan gunung berapi mengubah Bulan menjadi berwarna kebiruan,” ungkap Andi seperti dikutip dari situs resmi LAPAN, pada Minggu (22/8/2021).

Istilah Blue Moon sebenarnya sudah ada sejak 400 tahun silam. Namun, seorang penutur cerita rakyat berkebangsaan Kanada, Dr. Philip Hiscock sempat mengusulkan penyebutan Blue Moon bermakna ada hal ganjil dan tidak akan terjadi.

Asal usul Bulan Biru Musiman juga dapat ditelusuri dari penggunaan Almanak Petani Maine yang sekarang ini sudah tidak digunakan. Menurut Alamanak, kemunculan purnama ke-13 dalam kurun waktu satu tahun dapat mengacaukan peringatann hari besar umat Kristen, yakni Prapaskah dan Paskah, yang bertumpu pada Bulan Purnama dalam penentuannya.

Kendati demikian, angka 13 dianggap angka sial dan kesulitan perhitungan terjadinya Bulan Purnama yang menyebabkan Bulan Purnama tambahan ini dinamakan sebagai Blue Moon.

You might also like
Tags: , ,

More Similar Posts

Menu