Menilik Kondisi Objektif Kota Semarang, Peraih Kematian Tertinggi Covid-19

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pusat menyebut Kota Semarang, Jawa Tengah berhasil menyumbang tinggi angka kematian pasien Covid-19. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi buka suara.

Pria yang akrab dengan sapaan Hendi menyiah kasus kematian Covid-19 yang terjadi di kota bimbingannya memang masih tinggi, namun turun perlahan.

“Kalau bicara akumulatif masih tinggi. Tapi hari-hari berjalannya PPKM ini sudah mulai turun. Saya minta kawan-kawan seluruh masyarakat Kota Semarang yang hari ini sedang sakit segera lakukan swab, tidak usah ditunda,” ujar Hendi, pada Rabu (4/8/2021).

Hendi menegaskan, masyarakat tak perlu risau karena memang jika terpapar, akan segera ditangani jika dilaporkan. Tidak sedikit kasus pasien Covid-19 dalam kondisi parah yang baru dibawa ke rumah sakit.

“Kadang ada yang ngomong takut, kadang ngomong flu biasa, kadang ngomong typhus. Lakukanlah swab, kalau negatif alhamdulillah tinggal obati penyakit yang saat itu diderita. Kalau itu positif segera datang ke dokter, puskesmas atau isolasi terpusat. Supaya cepat dirawat, diatasi dan jadi sembuh,” urai Hendi.

“Persoalannya sering kali datang telat, swab tidak mau. Begitu sesak, datang, saturasi rendah,” sambungnya.

Hendi berharap sejarah tingginya kasus Covid-19 dan kematian pada beberapa pekan lalu menjadi pengalaman untuk meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi sehingga angka kematian bisa ditekan kedepannya.

“Jadikan pengalaman kita supaya kemudian ke depan penanganan jadi lebih dini lagi sehingga tidak mengakibatkan kematian. Testing jalan terus, maka ada pertambahan terus kasus COVID,” tandasnya.

Dilansir dari data https://siagacorona.semarangkota.go.id diketahui total kasus Covid-19 sejak pertama pandemi hingga saat ini di Kota Semarang sebanyak 82.694 kasus, dengan 75.756 pasien sembuh dan 6.027 meninggal.

Menganut pemberitaan sebelumnya, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Dewi Aisyah mengaku Jawa Tengah sebagai provinsi penyumbang angka kematian tertinggi selama bulan Juli dalam diskusi yang disiarkan BNPB, pada Rabu (4/8/2021).

“Di bulan Juli, provinsi penyumbang angka kematian tertinggi dari Jawa Tengah, diikuti Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta. Jadi kalau kita lihat lima provinsi di pulau Jawa memang menyumbangkan angka kematian tertinggi di bulan Juli,” ungkap Dewi Aisyah.

“Di level kabupaten/kota siapa sih yang menyumbang angka kematian tertinggi bulanan. Penyumbang angka kematian tertinggi berasal dari Kota Semarang, diikuti dengan Jakarta Timur. Kemudian Garut, Jakarta Barat, Karawang, Jakarta Selatan, Kota Balikpapan, Sleman, dan Jombang. Kurang lebih sepuluh besarnya,” pungkasnya.

You might also like
Tags: , , ,

More Similar Posts

Menu