Menilik Kondisi Panti Jompo Pucang Gading Dengan Segala Keterbatasannya

Unit Rehabilitasi Sosial atau Panti Jompo Pucang Gading Semarang ditutup dua bulan lantaran setengah penghuninya terpapar Covid-19.

Kepala Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading, Erry Raharjono menyebutkan, kini pihaknya terkendala karena minimnya fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang tersedia.

“Banyak yang datang dalam kondisi bed rest, nggak bisa jalan. Bahkan kemarin ada yang dipasang selang, kami nggak tega dia (lansia) terpaksa menerima pelayanan seadanya,” ujar Erry.

Diketahui, sejumlah lansia tidak memiliki NIK, sehingga menyulitkan pihak panti untuk mengupayakan pengaksesaan fasilitas pengobatan ketika sakit, lantaran tidak memiliki BPJS. Erry berupaya mengajak stakeholder baik dari masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot), Pemerintah Provinsi (Pemprov), hingga pusat untuk menyelesaikan masalah sosial unit rehabilitasi ini.

“Masalah sosial dari Sabang sampai Merauke itu sama Mbak, tapi nyatanya sampai hari ini penanganan belum tuntas. Masih perlu perbaikan,” tandasnya.

Meski tak memiliki tenaga medis dan ahli gizi, unit rehabilitasi tersebut tetap mengoptimalkan pelayanan kesehatan para lansia. Empat perawat bertugas bergantian bersama dengan dua koki yang sudah meminta anjuran menu makanan dari puskesmas. Sebanyak 79 lansia, hari ini bertahan hidup dengan fasilitas seadanya.

Adapun, kegiatan yang diikuti oleh para lansia untuk mengisi keseharian mereka. Sekitar 40 lansia mengikuti kegiatan kesenian yang diisi dengan menyanyi dan berjoget. Walau dengan usia yang tidak muda lagi, mereka tampak girang dalam beraktivitas.

“Kegiatan ini sebagai bentuk menjaga dan mengekspresikan emosi mbah-mbah semua. Jadi kita semua tetep waras,” ungkap Wiwin, pekerja sosial yang bertanggung jawab mengisi kegiatan.

Kendati demikian, dengan segala keterbatasan, pegawai tetap mengupayakan perawatan lansia yang tinggal di empat bangsal. Pegawai juga menyiapkan pengajian, senam, melakukan penyuluhan rutin. Adapun, pemeriksaan kesehatan mingguan, pihak panti mendatangkan tenaga kesehatan dari puskesmas.

“Kami itu dari dulu ingin sekali bisa menyediakan fasilitas terapi untuk para lansia. Jadi mereka yang bed rest itu kondisinya bisa membaik, nggak stagnan gitu terus,” pungkas Suwardi, penyuluh sosial di panti tersebut.

You might also like
Tags: , , ,

More Similar Posts

Menu