Menilik Peraturan Pemerintah, PP 78/2021 Terkait Perlindungan Anak

Pemerintah Republik Indonesia resmi menerbitkan PP Nomor 78 Tahun 2021 Tentang Perlindungan Khusus Bagi Anak. PP tersebut diturunkan guna melaksanakan ketentuan pasal 71C UU 35/2014 Tentang Perlindungan Anak.

Aturan baru tesebut mencakup perlindungan bagi anak dalam situasi darurat, termasuk anak yang mengalami benca nonalam.

Berdasar penjelsan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2021, bencana nonalam yang dimaksud ialah bencana yang diakibatkan peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

Menganut pada penjelasan yang telah disampaikan, anak-anak terdampak Covid-19 berhak mendapatkan perlindungan khusus dari negara. Pada Maret 2020 silm, ketika pagebluk global tersebut merebk di Indonesia, pemerintah dengan sigap menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana nonalam.

Pemerintah berkewajiban mendata jumlah anak yang membutuhkn perlindungan khusus dalam situasi darurat, memetakan kebutuhan dasar maupun spesifik bagi anak, jaminan keamanan dan keselamatan anak, pendataan anak dan keluarganya untuk penelusuran, dan reunifikasi keluarga.

Selanjutnya, prioritas tindakan darurat penyelamatan, evakuasi, dan pengamanan; pemulihan kesehatan fisik dan psikis; pemberian bantuan hukum; pendampingan, rehabilitasi fisik, psikis, dan sosial; serta pengasuhan.

Berikutnya, pemenuhan kebutuhan dasar dan khusus anak yang terdiri atas pangan, sandang, pemukiman, pendidikan, pemberian layanan kesehatan, belajar dan berekreasi, jaminan keamanan, dan persamaan perlakuan.

Adapula pembebasan biaya pendidikan baik yang dilakukan lembaga pendidikan formal maupun nonformal selama masa darurat; pemberian layanan pemenuhan hak identitas anak dan dokumen penting yang hilang karena situasi darurat; dan atau pemberian layanan reintegrasi sosial.

Tercatat dalam aturan tersebut, anak dalam situasi darurat tidak hanya mereka yang terkena dampak bencana nonalam seperti Covid-19, tetapi juga anak yang menjadi pengungsi, anak korban kerusuhan, anak korban bencana alam, anak dalam situasi konflik bersenjata, anak korban bencana sosial, dan anak narapidana.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu