Menko Luhut Lirik Klub Malam di Semarang Langgar Jam Operasional

Menko Luhut Lirik Klub Malam di Semarang Langgar Jam Operasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan dilakukan evaluasi detil tiap daerah terkait potensi terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Presiden Jokowi meminta lembaga terkait terjun ke daerah.

“Presiden terus mengingatkan kepada kami semua agar terus waspada dan berhati-hati akan datangnya gelombang selanjutnya. Hal tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan kasus di 105 Kota dan Kabupaten,” kata Luhut dalam jumpa pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).

Jokowi juga mengingatkan agar pengawasan penerapan protokol kesehatan di lapangan terus diperketat. Menurut Luhut, Jokowi melihat mulai ada kelemahan pengawasan di daerah. Kelemahan ini antara lain sejumlah tempat wisata yang hanya mewajibkan skrining PeduliLindungi terhadap satu orang perwakilan kelompok.

Hal itu dilakukan guna mencegah kapasitas tempat wisata itu terlihat penuh di sistem skrining. Selain itu, ada pula bar di Bali yang beroperasi tanpa mengindahkan aturan. Luhut menyebut ada bar yang buka hingga pukul 02.00.

Hal yang sama juga terjadi di Semarang. Ada operasional kelab malam selama PPKM yang buka hingga pukul 02.00. Padahal menurut aturan terbaru, kafe atau restoran hanya diperkenankan buka sampai pukul 22.00. Pelanggaran ini tentu dinilai berbahaya lantaran bisa menimbulkan risiko penularan COVID-19 yang lebih besar.

“Kami mengirim tim juga lihat ada kelab malam misal di Semarang atau di tempat lain itu buka sampai jam 02.00 pagi. Seperti ini, kan, berbahaya,” kata Luhut.

Menindaklanjuti arahan Jokowi, Luhut mengajak semua pihak untuk kembali disiplin mencegah penularan Covid-19. Ia meminta siapapun tidak memaknai penurunan kasus Covid-19 dengan euforia.

“Kita hari ini tidak boleh lengah karena kasus yang rendah. Banyak Negara lain, terutama di negara Eropa, yang mengalami kenaikan kasus signifikan meskipun vaksinasi cukup tinggi,” ujarnya. “Karena itu kembali saya ingatkan kita dapat menahan gelombang baru dengan mengendalikan jumlah kasus yang tambah per hari itu harus di bawah 2.700 kasus. Ini bersyukur hari ini rata-rata di bawah 100 dalam 1 minggu terakhir. Tapi kita harus hati-hati,” tutup Luhut.

You might also like
Tags: , , , , , , , , , ,

More Similar Posts

Menu