Mimik Penggunaan TKA di Jawa Tengah

Jawa Tengah (Jateng), salah satu provinsi yang menjadi tujuan bekerja Tenaga Kerja Asing (TKA). Awal 2020, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Jateng mencatat 16.398 orang TKA bekerja di provinsi tersebut.

Dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng, Kepala Disnakertrans Jateng Sakin Rosellasari menjelaskan pekerja asal China menjadi kaum mayoritas yakni sebanyak 33 persen atau secara kumulatif 5.510 orang. Disusul pekerja asal Korea Selatan 2.288 orang, Jepang 1.627 orang, Taiwan 1.474 orang, India 627 orang dan sisanya 4.872 orang berasal dari negara lain.

“Dari data itu, sebanyak 1.982 orang tenaga kerja asing, hanya bekerja di Jateng. Sedangkan, sisanya adalah pekerja yang juga memiliki lokasi kerja di provinsi lain,” urai Sakin dalam keterangan resmi yang diunggah melalui laman Pemprov Jateng.

Sakin menyiah ribuan pekerja asing tersebar di beberapa kabupaten/kota di Jateng, termasuk Jepara, Grobogan, Sukoharjo, Semarang, dan Cilacap.

Mulanya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta pemerintah untuk terbuka terkait penggunaan TKA. Menurut Ganjar tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, publik patut mendapat informasi lengkap terkait penggunaan TKA di dalam negeri.

“Kalau bicara tenaga kerja asing faktor sosialnya, komunikasinya, politiknya, menurut saya harus di-disclose, harus terbuka. Kalau mau memasukkan ini, apa sih yang mau masuk? Publik harus diberikan penjelasan yang bagus dengan narasi yang baik karena kalau tidak ini menjadi bulan-bulanan,” jelas Ganjar pada diskusi Investor Daily Summit 2021, pada Selasa (13/7/2021).

Kendati demikian, Ganjar menyatakan bahwa tenaga kerja yang diperbolehkan masuk adalah tenaga kerja yang berkeahlian tertentu yang tidak mampu dikerjakan oleh tenaga kerja lokal. Bahkan, Ganjar mengatakan bahwa ia siap membuka data penggunaan TKA bila perlu.

You might also like
Tags: , , , , ,

More Similar Posts

Menu