Nadiem Restui Universitas untuk Tatap Muka

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Markarim izinkan perguruan tinggi untuk tatap muka.

Diketahui, Nadiem resmi merestui kampus untuk melangsungkan tatap muka, namun hanya diperuntukkan wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3.

Sebelumnya, Kemendikbud Ristek juga menginzikan sekolah untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kriteria serupa, yakni hanya untuk wilayah dengan PPKM Level 1-3 saja.

PTM akan dilangsungkan, namun dengan persyaratan ketat dan pihak sekolah maupun orangtua mengetahui aturan selama PTM. Orangtua juga diperkenankan memberi izin bagi anak untuk tetap belajar secara daring bila dirasa situasi belum stabil.

Nadiem menyebutkan, pelaksanaan kuliah tatap muka juga harus menerapkan protokoll kesehatan ketat sesuai SKB Empat Menteri. Kedisiplinan mahasiswa menjadi kunci berlangsungnya kuliah tata muka.

“Kuncinya mengikuti SKB Empat Menteri, maka perguruan tinggi di wilayah PPKM Level 1-3 diperbolehkan mengadakan PTM terbatas. Tetap ada aturan main yang berlaku, ada berbagai prokes yang tetap harus dilaksanakan,” ujar Nadiem dalam webinar Efektivitas Pendidikan Tinggi dengan PTM Terbatas dan Bantuan UKT Kuliah, dilansir dari laman Youtube.

Sementara, wilayah yang menerapkan PPKM Level 4 diminta untuk tidak tergesa-gesa melaksanakan kuliah tatap muka dan diimbau untuk tetap melakukan perkuliahan secara daring.

“Poin terpenting adalah disiplin pada prokes, karena kalau ini (kampus) jadi klaster, bisa jadi kuliah tatap muka batal, karena terbukti tidak disiplin. Kalau mahasiswa ingin melaksanakan kuliah tatap muka, ini ada di tangan mahasiswa,” jelas Nadiem.

Kendati demikian, hal ini juga mencakup komitmen saling melindungi sesama warga kampus. Nadiem menambahkan, kedisiplinan dalam pelaksanaan kuliah tatap muka ataupun PTM juga mencakup penyebaran informasi terkait Covid-19.

“Memberitahu teman-teman yang sakit, flu atau demam, untuk tidak masuk, ini ada di tangan mahasiswa. Di samping itu, adik-adik yang belum divaksin, cari informasi tempat vaksinasi terdekat untuk mendapat vaksin,” ungkap Nadiem

“Karena itu, manfaatkan media sosial untuk menyebarkan info yang benar, jangan menyebarkan info yang tidak benar atau hoax. Jadi saya ingin menekankan sekali lagi, ini bergantung pada komitmen adik-adik mahasiswa dalam melindungi (satu sama lain),” pungkas Nadiem.

You might also like
Tags: , ,

More Similar Posts

Menu