Pasar Kripto Akankah Amblas

Bitcoin turun 3,56% ke US$59.786,55 dan dalam sepekan berada di zona negatif 2,04%. Ethereum berada di zona merah dengan penurunan 4,6% dalam 24 jam terakhir dan 3,59% dalam sepekan. Solana mengalami penurunan 11,31% secara harian dan melemah 0,24% secara mingguan. Dogecoin juga mengalami depresiasi 7,34% dalam 24 jam terakhir dan 5,85% dalam tujuh hari terakhir.

CoinDesk Market Index (CMI), yang mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari aset digital, turun 4,3% ke angka 2.355,69. Open interest terdepresiasi 7,16% menjadi US$58,99 miliar. Indeks fear & greed dari CoinMarketCap menunjukkan angka 45, mengindikasikan pasar berada dalam fase netral dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.

Menurut BH News, ada kejadian mencolok yang melibatkan sebuah alamat Bitcoin yang dipantau oleh Whale Alert, yang terkenal dalam memantau transaksi kripto besar. Alamat ini, yang telah tidak aktif selama lebih dari satu dekade, tiba-tiba menunjukkan aktivitas kembali, membuat para pengamat pasar waspada. Dompet ini berisi 43 Bitcoin, dengan nilai sekitar US$2,5 juta berdasarkan harga pasar saat ini.

Awal minggu ini, harga Bitcoin sempat naik melebihi US$63.000 namun kemudian turun 3,74% dalam 24 jam, stabil di sekitar US$60.000. Aktivasi kembali dari dompet yang lama tidak aktif ini menambah volatilitas pasar kripto.

Paus kripto lainnya juga terpantau aktif kembali pada awal Juni, mengirimkan 8.000 BTC senilai US$535 juta ke bursa Binance dalam beberapa transaksi. Transfer besar seperti ini dikenal dapat memberikan tekanan jual yang signifikan pada pasar.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu