Pedagang Johar Minta Rekannya Kompak, Segera Pindah dari Tempat Relokasi

Pedagang Johar Minta Rekannya Kompak, Segera Pindah dari Tempat Relokasi

Puluhan pedagang sudah pindah dari tempat relokasi di Lahan MAJT ke Pasar Johar di Jalan Agus Salim.
Para pedagang sudah mulai membuka lapak, baik di Pasar Johar Utara, Tengah, maupun Selatan.

Meski demikian, masih ada ratusan pedagang Pasar Johar yang saat ini bertahan di tempat relokasi di Lahan MAJT. Para pedagang yang sudah pindah pun meminta agar yang lain kompak, sehingga jika mendapatkan nomor undian lapak, diharap segera pindah ke Pasar Johar yang sudah direnovasi pasca terbakar 9 Mei 2015 lalu.

“Ya kalau sudah mendapatkan nomor unian lapak, pedagang yang ada di relokasi segeralah pindah ke sini (Pasar Johar). Ayo kompak, agar di sini ramai, sehingga bisa menjadi daya tarik pengunjung,” ujar Moh Ridwan, penjual sepatu yang kini menempati Pasar Johar Tengah ini. Diakuinya, saat ini ada beberapa pegadang yang belum mendapatkan undian lapak.

Namun yang sudah mendapatkan undian lapak, juga beberapa masih bertahan di MAJT dengan alasan sudah mendapatkan pelanggan. Alasan lain, karena tempat di Pasar Johar tidak besar dan tidak bisa ditutup, sehingga tidak banyak barang yang bisa ditinggal. Hal tersebut membuat pedagang khawatir barangnya hilang, saat pulang ke rumah. Sementara, kalau setiap hari harus membawa dari dan pulang ke rumah, memakan banyak waktu dan tenaga.

”Sebenarnya, keluhan-keluhan ini sudah disampaikan ke pihak dinas. Karena itu, pihak dinas akan memikirkan jalan terbaik. Terpenting, saat ini, pedagang yang sudah mendapatkan nomor undian, segera pindah,” tambahnya.

Sementara itu, Didik Saktiaji, pedagang kue kering di Johar Utara juga sudah mulai berjualan. Namun, memang saat ini, kiosnya masih buka-tutup karena masih minimnya pembeli yang datang ke pasar yang diarsiteki Thomas Karsten tersebut. Sementara itu, salah satu pembeli, Sri Wahyuningsih (65) tahun mengaku senang bisa kembali berbelanja di Pasar Johar. Menurutnya, pasar yang diresmikan pada 1939 ini, lebih rapi dan bersih dibandingkan dulu.
Apalagi saat ini, ada tempat ibadah dan kamar mandi yang bersih.

”Memang masih belum banyak yang berjualan. Tapi menurut saya, bakal tambah banyak. Ini tempatnya bersih, indah dan nanti akan semakin lengkap. Jadi tidak ada alasan untuk tidak datang ke sini,” ujarnya. Menurutnya, Pasar Johar saat ini, bisa menjadi contoh pasar rakyat yang bersih dan sehat.
Pasalnya, saat ini banyak pasar tradisional yang selesai direvitalisasi, tapi kembali kotor dan tidak rapi. Banyak penjual yang berjualan di lorong-lorong sehingga mengganggu perjalanan.

You might also like
Tags: , , , , ,

More Similar Posts

Menu