PeduliLindungi Jadi Aplikasi Multifungsi?

Pemerintah ingin menjadikan aplikasi PeduliLindungi sebagai aplikasi multifungsi. Langkah pertama dimulai dengan mengintegrasikan fitur di PeduliLindungi untuk bisa diakses melalui aplikasi lain semisal Gojek dan Grab per Oktober 2021 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan atau Menko Luhut pun sempat melontarkan wacana, ingin menyulap aplikasi PeduliLindungi jadi alat pembayaran digital.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) khawatir, sistem keamanan data pribadi pengguna di PeduliLindungi belum terlalu kuat mencegah kebocoran usai terintegrasi dengan aplikasi lain.

“Balik lagi, apakah ada jaminan perlindungan data pribadi. Siapa yang kemudian akan bertanggungjawab ketika terjadi kebocoran,” kata pengurus harian YLKI Agus Suyatno kepada Liputan6.com, Rabu (29/9/2021).

Agus menyoroti isu kebocoran lebih dari 1 juta data pengguna aplikasi kesehatan eHAC yang bocor beberapa waktu lalu. Meski pemerintah kemudian menepisnya, Agus tetap waspada terhadap segala kemungkinan terburuk.

“Termasuk ketika PeduliLindungi akan digunakan, kalau nanti terjadi kebocoran data pribadi, siapa ini yang akan bertanggungjawab? Ini juga harus dijelaskan di awal,” ungkapnya.

Terkait pengintegrasian fitur PeduliLindungi dengan aplikasi digital lain, Agus mencermati adanya dua permasalahan. Pertama, apakah masing-masing perusahaan jasa e-commerce yang bakal tersambung dengan PeduliLindungi sudah punya kebijakan terkait penyimpanan data pribadi dari para penggunanya.

“Dalam hal ini sampai sejauh mana perusahaan tersebut akan bekerjasama. Kemudian apa saja yang bisa diakses oleh masing-masing perusahaan tersebut. Ini harus dijelaskan kepada konsumen dan juga perlu digarisbawahi,” tegasnya.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu