Pencegahan Stunting

Calon pengantin perlu memperhatikan kesehatan mereka, terutama dalam hal anemia. Sebenarnya, apa dampak negatif dari anemia bagi calon pengantin?

Pada dasarnya, anemia tidak langsung terkait dengan kehidupan berumah tangga. Namun, anemia dapat berpengaruh pada harapan pasangan untuk memiliki anak yang sehat.

Hal ini menjadi risiko serius bagi calon bayi, karena anemia dapat memicu stunting. Oleh karena itu, bahaya anemia bagi calon pengantin lebih terfokus pada potensi dampaknya terhadap kehamilan dan pertumbuhan anak.

Sebagai langkah pencegahan, disarankan agar calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari risiko anemia selama kehamilan.

Dalam konteks bahaya anemia selama kehamilan terhadap stunting, periode 1.000 hari pertama kehidupan anak dianggap krusial untuk perkembangan mereka. Anemia pada ibu hamil dapat berhubungan erat dengan stunting, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Studi sistematis yang dilakukan oleh Universitas Airlangga menunjukkan bahwa mencegah anemia pada remaja perempuan dan ibu hamil penting sebagai bagian dari upaya mencegah stunting pada anak.

Anemia menjadi faktor risiko umum stunting karena menyebabkan kekurangan zat besi dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko stunting setelah lahir.

Selain itu, ibu hamil dengan anemia juga berisiko tinggi mengalami kelahiran prematur, yang juga dapat menjadi faktor risiko stunting. Kondisi ini juga dapat memicu defisiensi zat besi pada bayi yang dapat memengaruhi pertumbuhan mereka setelah lahir.

Untuk ibu hamil, penting untuk memahami gejala anemia, seperti kelemahan, pusing, sesak napas, detak jantung tidak teratur, nyeri dada, kulit pucat, dan sulit berkonsentrasi. Kekurangan zat besi, yang menjadi penyebab anemia pada ibu hamil, dapat mempengaruhi kesehatan janin dan plasenta.

Dengan demikian, pemahaman tentang bahaya anemia bagi calon pengantin melibatkan kesadaran akan dampaknya terhadap kehamilan dan perkembangan anak. Periksakan risiko anemia sebelum memutuskan untuk menikah.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu