Pengelola PIK Larang Pengibaran Bendera, Kemenko Polhukam Turun Tangan

Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) mengundang Pengelola kawasan perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK). Pengundangan dilakukan dengan tujuan meminta klarifikasi terkait isu larangan pengibaran bendera Merah Putih di kawasan tersebut saat HUT ke-76 Republik Indonesia.

Kemenko Polhukam ingin memastikan tidak adanya negara dalam negara di kawasan PIK sesuai dengan kabar burung.

“Kami sengaja mengundang bapak-bapak untuk menjelaskan berbagai kasus yang viral di publik, sekaligus melalukan klarifikasi karena ini mengundang perdebatan dan bisa mempengaruhi kondisi politik dan keamanan Tanah Air,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Irjen Armed Wijaya saat memimpin pertemuan.

Sejumlah video viral di media sosial tentang beberapa kejadian pelanggaran bagi masyarakat untuk masuk ke kawasan tertentu di PIK. Pihak pengelola yang diwakili oleh pimpinan perusahaan, Restu Mahesa menyebutkan bahwa tudingan tesebut tidak benar. Restu mengkhawtirkan terjadi kerumunan pada saat pemasangan bendera oleh sejumlah ormas.

“Kami tidak pernah melarang pemasangan bendera Merah Putih, juga tidak benar kalau masuk ke kawasan PIK harus menggunakan paspor. Tentang tidak boleh ormas tertentu memasang bendera Merah Putih tanggal 17 Agustus lalu, karena kami khawatir terjadi kerumunan. Kami sendiri memasang bendera Merah Putih, Pak,” jujur Restu.

Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam Sugeng Purnomo menegur, pihak pengelola PIK untuk lebih terbuka dan sensitif terhadap respons publik di berbagai media.

“Misalnya, pengelola membuat pengumuman atau publikasi bahwa area publik di kawasan itu terbuka untuk masyarakat luas, sehingga tidak muncul kesan kompleks ini elite dan hanya bisa diakses oleh orang tertentu saja karena secara hukum itu tidak dibenarkan” nasihat Sugeng.

Kendati demikian, pihak terkait berjanji untuk lebih cermat dalam menanggapi isu-isu yang beredar ke depannya dan akan memperbanyak interaksi dengan publik agar terbangun hubungan baik dengan masyarakat.

You might also like
Tags: , ,

More Similar Posts

Menu