Pengguna Hemat Listrik AC

Penduduk Mencari Cara untuk Mengurangi Biaya Listrik Selama Musim Kemarau
Sejumlah orang yang menggunakan listrik token di musim kemarau menghadapi kendala yang cukup signifikan. Cuaca panas yang berkepanjangan mendorong penggunaan alat pendingin udara (AC) yang berlebihan, sehingga mengakibatkan kenaikan drastis dalam pengeluaran listrik mereka.

Hal ini membuat biaya listrik mereka menjadi “lebih mahal” daripada yang biasanya. Sebagai contoh, jika biasanya token listrik senilai Rp 200.000 cukup untuk digunakan selama satu bulan, saat ini hanya mampu bertahan sekitar dua minggu saja.

Sebagian besar pengguna listrik token yang sering menggunakan AC telah mulai berbagi strategi untuk menjaga agar penggunaan listrik tetap terkendali.

Salah satunya adalah Romi (25 tahun). Dia memutuskan untuk membatasi penggunaan AC hanya tiga hingga empat hari dalam seminggu.

“Dengan mengatur timer, saya hanya menggunakan AC selama enam jam sehari,” kata Romi saat dihubungi oleh Kompas.com.

Di sisi lain, Chrestella (23 tahun) memilih untuk mematikan lampu di kamarnya saat dia bekerja dari rumah (WFH) untuk mengurangi penggunaan listrik.

Menurutnya, tindakan tersebut telah membantu mengurangi konsumsi listrik di rumahnya.

“Jadi listrik hanya digunakan untuk AC dan mengisi daya laptop. Selain itu, pengisian daya laptop tidak perlu dilakukan terus-menerus,” ujar Chrestella.

Refina (25 tahun), sebaliknya, lebih memilih untuk tidak menggunakan AC dan mengandalkan kipas angin kecil untuk menghemat daya.

“Kipas angin yang saya gunakan cukup kecil,” kata Refina. “Meskipun tidak sebesar AC, tetapi setidaknya memberikan sedikit angin segar.”

Chrestella dan Refina berharap cuaca segera membaik dan musim hujan segera tiba untuk mengurangi panas yang berkepanjangan.

“Kami berharap cuaca segera membaik. Jangan terlalu panas. Udara dalam ruangan sangat dingin, sehingga dapat membuat orang sakit,” ujar Chrestella.

“Kami benar-benar membutuhkan hujan sekarang karena cuaca terlalu panas,” tambah Refina.

Namun, pandangan berbeda datang dari Romi, yang berharap PLN (Perusahaan Listrik Negara) akan membawa kembali program promo listrik gratis atau subsidi selama musim kemarau.

“Program semacam itu sangat membantu bagi masyarakat, terutama bagi anak kos seperti saya,” kata Romi sambil tertawa.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu