Penyebab Banjir di Semarang

Penyebab Banjir di Semarang Sesuai Prediksi BMKG
Banjir yang melanda beberapa titik di Semarang, Jawa Tengah, telah dikonfirmasi sesuai dengan prediksi yang telah diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Penyebab bencana ini disebabkan oleh sejumlah fenomena atmosfer yang sedang aktif, termasuk bibit siklon tropis.

Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada hari Kamis (14/3), banjir telah melanda setidaknya sepuluh titik di Semarang. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain Jl. Gebanganom, Jl. Padi Raya, dan Jl. Sendang Indah. Selain itu, operasional Stasiun Tawang juga terganggu akibat genangan air.

Banjir yang mengepung Semarang tersebut sejalan dengan prediksi Prakiraan Daerah Potensi Banjir Dasarian II bulan Maret yang dikeluarkan oleh BMKG pada tanggal 29 Februari 2024. Provinsi Jawa Tengah termasuk salah satu daerah dengan potensi banjir yang tinggi, selain Jawa Timur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, menyatakan bahwa banjir ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi sejak siang hingga malam hari pada Rabu (13/3).

BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem dalam periode 8 hingga 14 Maret disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby Equatorial di wilayah Indonesia. Selain itu, peningkatan kecepatan angin dari arah utara Indonesia melalui Selat Karimata juga menjadi salah satu faktor utama.

Fenomena Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia bagian selatan Jawa juga ikut mempengaruhi kondisi cuaca di wilayah tersebut. Sirkulasi siklonik di sejumlah area di sekitar Indonesia juga turut berkontribusi dalam meningkatkan potensi hujan di Semarang.

Pakar klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menyebutkan bahwa banjir di Semarang ini disebabkan oleh bibit siklon 18S yang bergerak lambat. Pergerakan lambat ini memicu pembentukan badai squall line yang dapat menyebabkan hujan persisten dan intensitas hujan yang ekstrem.

Erma juga memperingatkan potensi banjir bandang di kawasan daerah aliran sungai (DAS) di Semarang. Dia menyarankan agar masyarakat yang tinggal di sekitar DAS untuk waspada dan siaga evakuasi mandiri.

Dengan adanya penjelasan dari para pakar dan instansi terkait, diharapkan masyarakat Semarang dapat lebih waspada dan siap menghadapi potensi banjir yang dapat terjadi di masa mendatang. Upaya pencegahan dan mitigasi bencana juga perlu terus ditingkatkan untuk mengurangi dampak buruk dari bencana banjir ini.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu