Penyebab dan Gejala Hipertensi

Gejala dan Penyebab Hipertensi: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Hipertensi atau yang lebih dikenal sebagai darah tinggi adalah masalah kesehatan serius yang mengancam banyak orang di seluruh dunia. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah seseorang mencapai angka 130/80 mmHg atau lebih. Hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, bahkan bisa berujung pada kematian.

Menurut World Health Organization (WHO), tekanan darah terdiri dari dua angka, yaitu sistolik (saat jantung berdetak) dan diastolik (saat jantung beristirahat). Ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu hipertensi. Beberapa di antaranya tidak dapat diubah, seperti riwayat keluarga yang memiliki hipertensi, usia di atas 65 tahun, atau memiliki penyakit lain seperti diabetes atau masalah ginjal.

Namun, ada juga faktor risiko yang dapat dimodifikasi melalui perubahan gaya hidup. Faktor-faktor ini termasuk makanan tidak sehat (terlalu banyak garam, lemak jenuh, dan lemak trans, serta kurangnya buah dan sayuran dalam diet), kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol, serta kelebihan berat badan atau obesitas.

Yang perlu diingat adalah hipertensi biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas. Oleh karena itu, sering disebut sebagai “pembunuh diam-diam.” Seseorang bisa memiliki tekanan darah tinggi selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya. Baru ketika tekanan darah mencapai 180/120 mmHg atau lebih tinggi, gejala seperti sakit kepala, jantung berdebar, atau mimisan dapat muncul. Pada titik ini, seseorang mengalami krisis hipertensi yang memerlukan perawatan medis segera.

Selain itu, hipertensi juga dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, sementara hipertensi sekunder berkaitan dengan kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Beberapa penyebab umum hipertensi sekunder meliputi penggunaan obat-obatan tertentu seperti imunosupresan, NSAID, dan pil kontrasepsi oral. Selain itu, penyakit ginjal, apnea tidur obstruktif, sindrom Conn (aldosteronisme primer), penggunaan narkoba rekreasi seperti amfetamin dan kokain, serta masalah pada pembuluh darah ginjal juga bisa menyebabkan hipertensi sekunder. Bahkan, penggunaan tembakau dalam berbagai bentuknya, termasuk merokok, vaping, dan tembakau tanpa asap, juga dapat menjadi pemicu hipertensi.

Penting untuk diingat bahwa hipertensi adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan pengelolaan yang tepat. Untuk menghindari risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung dan komplikasi kesehatan lainnya, penting bagi semua orang untuk memahami gejala, faktor risiko, dan cara mencegah serta mengelola hipertensi dengan baik. Konsultasikan dengan profesional kesehatan Anda untuk panduan dan perawatan yang sesuai.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu