Peringatan Hari TBC Rs. Paru Salatiga Kampanyekan Bahaya TBC

SMID-Peringatan Hari TBC Rs. Paru Salatiga Kampanyekan Bahaya TBC

Semarang – Dalam peringatan Hari Tuberkulosis (TBC) Dunia, Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan (RSPAW) Salatiga membagikan brosur mengenai bahaya TBC kepada masyarakat di beberapa tempat diantaranya Lapangan Pancasila, Bundaran Ramayana, perempatan Pasar Rejosari pada, Rabu (24/3).

Penyakit TBC menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian di dunia, dan di Indonesia sendiri penderita yang meninggal menempati urutan ke dua di dunia setelah negara India. Sehingga di masa pandemi Covid-19 ini masyarakat diingatkan bahwa penderita TBC dapat dengan mudah tertular Covid-19 karena imun penderitanya yang rendah. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSPAW dr Hasto Nugroho SpP saat membagikan brosur.

“Penderita TB jelas rentan terserang Covid-19 dan imun mereka tidak baik. Penderita TBC mengalami gangguan paru-paru sehingga rentan Covid-19,” imbuhnya.

Di Indonesia terdapat kasus TBC sejumlah 845 orang per tahun dengan indeks rata-rata 2.300 kasus TB per hari. Sekarang ini pun diketahui ada kasus baru yang disebut TBC kebal obat karena sudah tidak ampuh lagi dengan obat biasa.

Untuk itu masyarakat diminta agar waspada terhadap penularan TBC di lingkungan sekitar. Pasien yang terdeteksi menderita gangguan pernapasan seperti batuk harus segera diobati, dengan meminum obat secara teratur penderita TBC akan segera sembuh.

Hasto menerangkan bahwa di Jawa Tengah, pihaknya mendirikan  Desa Sehat Bebas TBC di Desa Nampu, Kecamatan Karangruyung, Kabupaten Grobogan karena dulunya banyak penderita TBC di desa tersebut dan kini jumlahnya telah berkurang.

Mengenai penanganan penyakit TBC ini, RSPAW bekerja sama dengan Aisyiyah Kota Salatiga dan Patriot, mulai dari investigasi kontak, penemuan pasien, dan penampingan pasien.

You might also like
Tags: , , ,

More Similar Posts

Menu