Proyek Besar Raffi Ahmad

4 Kontroversi Raffi Ahmad dari Proyek Beach Club Gunungkidul. Rencana pembangunan vila dan beach club oleh Raffi Ahmad di Pantai Krakal, Gunungkidul, Yogyakarta, telah menjadi topik hangat dan menuai banyak protes. Proyek ini pertama kali diperkenalkan pada Desember 2023 melalui akun Instagram pribadi Raffi Ahmad. Tak lama setelah diunggah, postingan tersebut viral dan mendapat berbagai tanggapan negatif dari netizen.

Berbagai pihak menilai proyek ini melanggar sejumlah aturan, bahkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) turut memberikan kritik tajam. Pembangunan ini juga dianggap membahayakan ekosistem setempat. Berikut ini adalah empat kontroversi utama terkait proyek Beach Club Gunungkidul sebelum Raffi Ahmad memutuskan untuk mundur dari proyek tersebut.

1. Menyalahi Aturan Lahan Konservasi

WALHI mengkritik proyek Raffi Ahmad karena dibangun di atas lahan konservasi. Proyek ini dinilai melanggar aturan yang ditetapkan dalam Permen ESDM nomor 17 tahun 2012 tentang Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunungsewu. Proyek ini direncanakan seluas 10 hektar dan terletak di kawasan lindung geologi, yang artinya pemanfaatannya tidak boleh merusak kawasan karst tersebut.

2. Potensi Kerusakan dan Kekeringan

WALHI juga mengungkapkan bahwa pembangunan beach club ini dapat merusak wilayah batuan karst serta mempengaruhi daya tampung dan dukung air. KBAK Gunung Sewu Timur, tempat proyek ini direncanakan, merupakan zona rawan banjir dan amblesan. Pembangunan ini dianggap bisa memperbesar risiko bencana tersebut karena mengurangi daya dukung dan tampung wilayah tersebut.

3. Petisi Penolakan Proyek Beach Club

Pada 21 Maret 2024, sebuah petisi penolakan terhadap proyek ini dibuat oleh Muhammad Raafi di situs change.org dan telah didukung oleh 40 ribu orang. Petisi ini menggarisbawahi potensi dampak negatif besar, seperti kekeringan, dan menyoroti bahwa keuntungan dari proyek ini lebih banyak dirasakan oleh investor, sementara masyarakat lokal hanya mendapat dampak negatif.

4. Belum Ada Izin

Menurut laporan dari detikJogja, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Asar Jajar Riyanti, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima permohonan izin apapun terkait proyek tersebut. Hingga saat ini, tidak ada pengajuan izin melalui Online Single Submission (OSS), dan pihak DPMPTSP juga belum mengetahui apakah perizinan tersebut merupakan wewenang kabupaten atau bukan.

Pada Selasa (11/6), Raffi Ahmad mengumumkan pengunduran dirinya dari proyek ini melalui sebuah video yang diunggah di momen perjalanan hajinya. Dalam video tersebut, ia menegaskan bahwa dirinya selalu ingin mematuhi hukum yang berlaku dan menyadari kekhawatiran masyarakat terkait proyek ini. Dengan demikian, Raffi memutuskan untuk menarik diri dari keterlibatannya dalam proyek Beach Club Gunungkidul.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu