Review dan Diskusi Kereta Berdarah

Kereta Berdarah – Sebuah Perjalanan Horor yang Menegangkan
Film horor Indonesia kembali menghantui layar bioskop dengan hadirnya “Kereta Berdarah”, karya terbaru sutradara Rizal Mantovani. Namun, sejauh mana film ini mampu menyuguhkan ketegangan dan keseramannya kepada penonton?

Dengan melihat trailer yang mengingatkan pada sensasi intens “Train to Busan” (2016), saya merasa penasaran untuk menyaksikan kisah yang dihadirkan dalam “Kereta Berdarah”. Namun, penasaran tersebut tidak sepenuhnya terpenuhi ketika saya menontonnya di dalam bioskop.

Jika “Train to Busan” bisa diibaratkan sebagai kereta cepat, maka “Kereta Berdarah” lebih mirip versi lokomotif uap yang telah berusia. Hal ini terlihat dari beragam aspek, mulai dari konsep cerita yang mengandalkan unsur takhayul dan dedemit hutan, hingga penggunaan teknologi yang terkesan kuno.

Sayangnya, penggunaan teknologi dalam film ini tidak selalu berhasil menciptakan efek visual yang memuaskan. Beberapa adegan terlihat kurang nyata, seperti burung CGI yang menabrak jendela kereta, serta pemandangan panorama yang terlihat kasar.

Meskipun demikian, efek visual dalam menampilkan teror para dedemit kepada penumpang kereta cukup berhasil menimbulkan ketegangan. Hal ini menjadi salah satu kelebihan film ini meskipun terdapat kekurangan dalam hal teknisnya.

Selain itu, tone warna dan sinematografi khas Rizal Mantovani turut memberikan ciri khas tersendiri pada film ini. Meskipun saya agak bosan dengan gaya visualnya, namun hal ini berhasil menambah kesan misterius pada cerita “Kereta Berdarah”.

Namun, terdapat beberapa kekurangan yang cukup mencolok dalam film ini, terutama dari segi naskah yang terasa kurang matang. Beberapa logika cerita terlihat bertentangan, seperti durasi perjalanan yang tidak masuk akal dan ketidaksinkronan antara latar cerita dengan properti pendukung.

Meskipun demikian, “Kereta Berdarah” tetap berhasil menyajikan jumpscare dan ketegangan yang menghibur. Penampilan dedemit yang menyeramkan didukung dengan riasan, prostetik, dan koreografi yang memuaskan, menambah kesan horor pada film ini.

Secara keseluruhan, “Kereta Berdarah” memiliki potensi untuk menjadi film horor yang menghibur asalkan beberapa kekurangan dalam ceritanya dapat diperbaiki. Dengan sedikit perbaikan, film ini dapat menjadi pilihan yang tepat bagi penikmat adrenalin horor.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu