Review Film Monster (2024)

Spoiler Alert: Ulasan film Monster mengandung bocoran yang dapat mengganggu kamu yang belum menonton.
Dialog sering dianggap sebagai elemen penting dalam sebuah film. Namun, Falcon Pictures cukup berani menghadirkan film berjudul Monster yang hampir tidak menggunakan dialog sama sekali, sebuah langkah yang jarang di era masa kini. Monster dirilis secara eksklusif di Netflix.

Disutradarai oleh Rako Prijanto, yang juga dikenal lewat karya seperti Para Betina Pengikut Iblis (2023), Bayi Ajaib (2023), dan Perfect Strangers (2022), Monster menampilkan hanya empat aktor utama: Alex Abbad, Marsha Timothy, Anantya Kirana, dan Sulthan Hamonangan.

Diadaptasi dari film The Boy Behind the Door (2020), Monster berkisah tentang dua anak SD bernama Alana dan Rabin. Suatu hari, ketika sedang bermain, mereka diculik dan dibawa ke sebuah rumah terpencil. Alana dan Rabin ditempatkan di tempat terpisah, namun dengan kecerdasannya, Alana berusaha membebaskan Rabin dan kabur dari para penculik mereka.

Ketegangan Tanpa Dialog

Meski diadaptasi dari film Amerika Serikat The Boy Behind the Door, sutradara Rako Prijanto dan penulis Alim Sudio melakukan modifikasi dengan membuat Monster minim dialog. Hanya ada momen-momen di mana karakter memanggil nama karakter lain, tetapi selain itu, tidak ada dialog lain di film ini. Meskipun begitu, Monster tetap berhasil membangun ketegangan seperti film thriller berdialog pada umumnya.

Salah satu aspek yang membuat Monster tetap menegangkan meski tanpa dialog adalah fokus pada aksi “petak umpet” antara Alana dan para penculiknya sepanjang film. Banyak momen di mana Alana berada dalam situasi terdesak dan nyaris ketahuan, membuat penonton merasa cemas dan tegang. Lokasi yang terbatas di sebuah rumah juga menambah intensitas ketegangan, di mana Alana harus pintar-pintar bersembunyi.

Penampilan Memukau Anantya Kirana

Monster menampilkan empat aktor utama: Anantya Kirana sebagai Alana, Sultan Hamonangan sebagai Rabin, Alex Abbad sebagai Jack, dan Marsha Timothy sebagai Murni. Film ini mempertemukan dua aktor kawakan dengan dua aktor cilik, dan siapa sangka, aktor cilik justru menjadi bintang utama.

Penampilan Anantya Kirana sebagai Alana sangat memukau. Aktingnya mampu mentransfer rasa ketakutan yang dialami Alana kepada penonton, membuat mereka bersimpati dengan karakter tersebut. Sulit dipercaya bahwa aktor semuda Anantya mampu memimpin film thriller dengan sangat baik.

Meskipun Anantya menjadi sorotan, ketiga aktor lainnya juga menampilkan akting yang tak kalah mengesankan. Alex Abbad dan Marsha Timothy berhasil memerankan penculik yang kejam, sementara Sulthan Hamonangan mampu mengekspresikan emosi tanpa dialog.

Scoring yang Mendukung Ketegangan

Film thriller tidak lengkap tanpa scoring yang meningkatkan ketegangan. Karena Monster hampir tidak memiliki dialog, scoring memiliki peran penting dalam menciptakan suasana tegang. Sutradara Rako Prijanto berhasil memberikan berbagai scoring yang menambah intensitas ketegangan, dengan penempatan yang sangat tepat.

Kesimpulan

Monster adalah film thriller yang berani dengan minim dialog, yang sukses membangun nuansa tegang melalui aksi petak umpet sepanjang film. Penampilan akting Anantya Kirana sebagai Alana menjadi highlight, menunjukkan kemampuan akting yang luar biasa.

Setelah membaca ulasan ini, apakah kamu tertarik menonton film thriller Monster? Bagi yang sudah menonton, jangan lupa bagikan pendapat kamu tentang film ini!

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu