Review Series MCU Echo (2024)

Echo (2024): Keunikan dalam MCU dengan Kultur Suku Indian dan Bahasa Isyarat
Peringatan Spoiler: Artikel ini berisi bocoran yang dapat mengganggu bagi mereka yang belum menonton serial.
Selama tahun 2023, bioskop dan layanan streaming Disney+ dibanjiri dengan berbagai konten dari Marvel Cinematic Universe (MCU), mulai dari film Ant-Man and the Wasp: Quantumania hingga serial What If…? Season 2. Awal tahun 2024 membawa kita pada penambahan baru dalam MCU, yakni serial Echo, yang eksklusif rilis di layanan streaming Disney+.

Cerita serial Echo berfokus pada Maya Lopez, yang melarikan diri setelah menembak mata Wilson Fisk alias Kingpin dalam episode terakhir serial Hawkeye. Maya kemudian kembali ke kampung halamannya yang telah diabaikannya selama 20 tahun, membawa masalah yang tak terduga.

Sebelum menonton Echo di Disney+, simak ulasan kami berikut ini!

Keunikan Kultur Suku Indian dan Bahasa Isyarat dalam Echo

Serial Echo membawa keunikan tersendiri bagi MCU di awal 2024. Selain dari konflik aksi utamanya, serial ini berhasil memasukkan unsur kultur suku Choctaw atau suku Indian ke dalam ceritanya. Uniknya, tidak hanya sebagai hiasan, tetapi kultur Choctaw menjadi solusi utama dari konflik cerita.

Penggambaran budaya suatu masyarakat dengan intensitas seperti ini jarang terjadi di dunia MCU, menjadikan Echo sebagai serial yang benar-benar unik dalam konteksnya. Tambahan lagi, penggunaan bahasa isyarat sebagai dialog antarkarakter memberikan dimensi baru pada serial ini. Bahasa isyarat tersebut dihadirkan dengan berbagai pendekatan, termasuk melalui teknologi canggih, menjadikannya lebih menarik.

Penampilan Memukau Alaqua Cox

Alaqua Cox, yang kembali memerankan karakter Maya Lopez setelah penampilannya di Hawkeye, sukses memukau penonton. Meskipun Echo adalah debut aktingnya, Cox berhasil menggambarkan Maya Lopez dengan sangat baik, menampilkan ekspresi wajah yang kuat untuk menyampaikan emosi pada setiap adegan. Penonton dapat merasakan bahwa peran ini memang diperankan dengan apik oleh Alaqua Cox.

Selain Cox, penampilan Vincent D’Onofrio sebagai Kingpin dan kemunculan singkat Charlie Cox sebagai Daredevil berhasil menambah daya tarik pada serial ini.

Scoring: Sentuhan Penting dalam Menggambarkan Emosi

Sebagaimana dibahas sebelumnya, penggunaan bahasa isyarat dalam Echo membuat beberapa adegan tanpa suara. Namun, scoring yang menyertai setiap adegan percakapan tanpa suara ini memainkan peran penting dalam mengekspresikan emosi karakter. Tanpa scoring, serial ini mungkin terasa kurang hidup.

Kesimpulan

Performa gemilang Alaqua Cox, pengemasan cerita dengan sentuhan kultur suku Indian, dan penggunaan bahasa isyarat berhasil menjadikan Echo sebagai konten MCU yang unik. Jika Anda tertarik, kelima episode serial ini telah rilis di Disney+ sejak 10 Januari. Bagaimana tanggapan Anda terhadap review ini? Bagikan pendapat Anda dan tetap ikuti ulasan lainnya !

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu