Sanksi Denda Tilang Uji Emisi Motor

Mulai tanggal 1 November 2023, kepolisian di Jakarta akan kembali melakukan razia dan tilang terhadap kendaraan yang tidak lulus uji emisi. Saat ini, denda yang dikenakan kepada pelanggar kendaraan bermotor adalah sebesar Rp250 ribu, namun sekarang ada usulan untuk menguranginya menjadi hanya Rp100 ribu.

Usulan ini diajukan oleh Anggota Komisi B DPRD DKI, M. Taufik Zoelkifli, yang menganggap bahwa denda sebesar Rp250 ribu terlalu mahal bagi pengendara sepeda motor, terutama yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Menurutnya, pemerintah provinsi DKI perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi warga sebelum menerapkan denda tilang uji emisi kendaraan.

“Namun, untuk sepeda motor, cukuplah Rp100 ribu,” ujar Taufik pada hari Selasa (17/10).

Menurutnya, penegakan hukum dan pemberian sanksi harus diterapkan untuk semua jenis kendaraan, dan warga diingatkan agar peduli dalam mengurangi polusi udara.

“Jadi, pengendara sepeda motor juga harus dikenakan sanksi jika kendaraannya tidak lolos uji emisi,” tambahnya.

Dasar hukum denda bagi kendaraan yang tidak lolos uji emisi adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 285 ayat 1 dan 2 serta Pasal 286.

Sanksi denda untuk kendaraan roda empat yang tidak lulus uji emisi adalah sebesar Rp500 ribu, sementara untuk kendaraan roda dua setengahnya, yaitu sebesar Rp250 ribu.

Pemerintah provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melaksanakan kembali razia dan tilang uji emisi kendaraan di ibu kota mulai tanggal 1 November 2023.

Polda Metro Jaya mengimbau warga untuk melakukan uji emisi selama bulan Oktober ini, yang dijadikan sebagai masa sosialisasi.

“Oleh karena itu, selama satu bulan ini, kami sangat mengharapkan agar masyarakat segera melakukan uji emisi,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman, pada hari Minggu (15/10).

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu