Sebab Kode 12 Pada Yamaha Aerox

Munculnya kode 12 menjadi salah satu permasalahan yang menjadi ketakutan utama bagi pemilik motor Yamaha Aerox, terutama untuk versi Aerox yang lebih lama. Kode 12 pada motor Aerox ini muncul karena adanya kerusakan pada Crankshaft Position Sensor atau CPS.

CPS berperan sebagai sensor yang mendeteksi sudut dan putaran mesin dengan memberikan sinyal kepada ECU (Engine Control Unit). Sinyal ini diinterpretasikan oleh ECU untuk menentukan waktu pembakaran internal dan mengatur durasi pembukaan injector, serta mengontrol volume bahan bakar yang dibutuhkan.

Ketika motor Aerox mengalami kode 12, hal ini tidak bisa diabaikan karena dapat menyebabkan motor tidak dapat distarter dan bahkan bisa mati secara tiba-tiba, yang tentunya berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Penyebab munculnya kode 12 pada Aerox bisa berasal dari berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah korsleting pada soket spul akibat nekat menerobos genangan air, kerusakan pada sensor tekanan udara (MAP), kabel sensor yang longgar, penggunaan bahan bakar berkualitas buruk, kerusakan pada sistem pengapian seperti busi dan koil, serta masalah pada ECU.

Untuk mencegah munculnya kode 12, disarankan melakukan perawatan berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan, terutama pada sensor bahan bakar dan udara. Penggunaan bahan bakar berkualitas juga dapat membantu menjaga performa motor dan menghindari masalah kode 12.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu