Seiyuu Di Jepang Pernah Dilecehkan

Pelecehan seksual merupakan masalah serius yang memengaruhi berbagai industri di seluruh dunia, termasuk industri seiyu Jepang. Laporan resmi dari Buku Putih Mencegah Kematian Akibat Kerja Berlebih edisi tahun 2023 yang diterbitkan oleh pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa satu dari empat seiyu mengalami pelecehan seksual di Jepang. Hasil survei tersebut menggambarkan tingkat pelecehan seksual yang tinggi di kalangan profesional di bidang seni dan hiburan.

Survei yang melibatkan 640 profesional di bidang seni dan hiburan ini mencatat bahwa lebih dari 20 persen aktor, spesialis adegan berisiko, penyiar, dan seiyu melaporkan pengalaman pelecehan seksual. Lebih spesifik lagi, satu dari empat seiyu dan penyiar melaporkan bahwa mereka telah menjadi korban pelecehan seksual.

Pelecehan seksual dalam industri ini mencakup berbagai tindakan tidak pantas, seperti disentuh secara tidak senonoh oleh rekan kerja atau tekanan untuk melakukan hubungan seksual. Persentase tertinggi orang yang melaporkan pengalaman pelecehan seksual terjadi di antara seiyu dan penyiar, dengan angka mencapai 25,7 persen. Ini adalah masalah yang sangat serius dan menunjukkan perlunya langkah-langkah untuk melindungi para profesional di industri seni dan hiburan dari pelecehan seksual.

Selain pelecehan seksual, survei ini juga mengungkapkan bahwa rekan kerja yang mengucapkan kata-kata yang menyakitkan merupakan bentuk pelecehan yang paling umum. Hal ini menunjukkan perlunya langkah-langkah konkret untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan menghormati hak semua individu di industri seni dan hiburan. Pemerintah memiliki niat untuk mengatasi masalah ini melalui penyebaran pedoman dan regulasi yang mempromosikan hubungan kontraktual yang adil di bidang budaya dan seni. Upaya ini termasuk penerbitan model kontrak pada tahun sebelumnya untuk memberikan perlindungan lebih kepada para profesional.

You might also like

More Similar Posts

Menu