Selebgram Ditangkap Promosi Judi

Selebgram Bogor Ditangkap Polisi Terlibat Promosi Judi Online dan Bergaya Hedon
Dua selebgram asal Bogor, FA alias Fahima (20) dan KA alias Katherine Aureyene (22), telah diamankan oleh pihak kepolisian atas dugaan keterlibatan dalam promosi situs judi online melalui media sosial Instagram.

Kedua selebgram ini terkenal dengan hobi flexing, yaitu memamerkan gaya hidup mewah mereka melalui akun media sosial. FA, yang merupakan wiraswasta, memiliki 22,3 ribu pengikut, sedangkan Katherine Aureyene, yang merupakan mahasiswi di sebuah kampus di Kota Bogor, memiliki 45 ribu pengikut.

Keduanya ditangkap di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, oleh aparat kepolisian. Menurut Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, keduanya diduga telah melakukan aktivitas promosi judi online sejak bulan Juni 2023 untuk FA dan bulan Februari 2022 untuk Katherine Aureyene.

Dalam sebulan, FA menerima bayaran antara 350 hingga 700 ribu rupiah, sedangkan Katherine Aureyene bisa mendapatkan hingga 3 juta rupiah dari promosi judi online.

“Kedua selebgram ini melakukan aktivitas ini untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. FA mengaku menggunakan uangnya untuk membayar kuliah, sementara Katherine Aureyene untuk kebutuhan sehari-hari seperti bayar kosan dan kuliah,” ujar Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.

Dalam akun Instagramnya, Katherine Aureyene kerap memamerkan barang-barang mewah seperti tas branded, laptop iPhone, MacBook, dan bahkan tas Gucci seharga Rp 15 jutaan. Keduanya juga terlibat dalam promosi situs judi online dengan menerima bayaran.

Kedua selebgram tersebut kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jika terbukti bersalah, mereka dapat dihukum penjara selama 10 tahun dan denda sebesar 10 miliar rupiah.

Saat ditangkap, FA dan KA tampak tertunduk lesu di Kantor Polresta Bogor Kota. Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, menyebut bahwa promosi judi online yang dilakukan oleh kedua tersangka merupakan “penyakit masyarakat.” Mereka terpaksa terlibat dalam promosi judi online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu