SIM Yang Berlaku Di Indonesia

Setiap pengemudi kendaraan bermotor diwajibkan memiliki dokumen penting, termasuk Surat Izin Mengemudi (SIM). Di Indonesia, terdapat berbagai jenis SIM yang mungkin belum diketahui oleh semua orang, sebagaimana diatur dalam Pasal 18 (1) UU No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan, serta Pasal 77 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009. Menurut ketentuan tersebut, pengemudi yang tidak memiliki SIM dapat dikenakan pidana berupa kurungan maksimal 3 bulan atau denda maksimal 1 juta rupiah.

Penting untuk mengetahui jenis SIM yang sesuai dengan kendaraan yang digunakan, karena ada dua jenis SIM kendaraan bermotor di Indonesia, yaitu SIM untuk perorangan dan umum, dengan persyaratan dan tujuan yang berbeda.

Untuk mendapatkan SIM, seseorang harus berusia minimal 17 tahun, lulus ujian teori dan praktik, serta memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan mental. Ada lima jenis SIM perseorangan yang perlu diketahui, yaitu SIM A untuk mobil dengan berat maksimal 3.500 kilogram, SIM B1 untuk mobil penumpang dan barang dengan berat lebih dari 3.500 kilogram, SIM B2 untuk pengemudi kendaraan alat berat, SIM C untuk pengendara motor dengan pembagian berdasarkan kapasitas silinder, dan SIM D untuk pengemudi kendaraan khusus, termasuk penyandang disabilitas.

Selain SIM perseorangan, ada juga SIM umum yang digunakan untuk kendaraan berkepentingan umum, seperti angkutan orang atau barang untuk kepentingan komersil. Jenis-jenis SIM umum meliputi SIM A Umum, SIM B1 Umum, dan SIM B2 Umum, dengan berbagai persyaratan berat kendaraan yang harus dipenuhi.

Selain SIM perorangan dan SIM umum, ada juga SIM internasional yang berlaku secara internasional di 92 negara sesuai dengan Konvensi Wina Tahun 1968. SIM internasional berlaku selama 3 tahun dan diterbitkan oleh Polri berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2016.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu