Syarat Agar Tidak Kena Tilang Uji Emisi

Sanksi tilang akan kembali diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kendaraan yang berusia di atas tiga tahun dan tidak berhasil melewati atau belum menjalani uji emisi, dimulai tanggal 1 November.

Pada bulan depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali menerapkan tilang terhadap kendaraan yang tidak lulus uji emisi. Sebelumnya, kebijakan ini sempat dibatalkan karena dianggap tidak efektif. Ani Ruspitawati, juru bicara Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran Udara, mengungkapkan bahwa rencana ini telah disinkronkan dengan Polda Metro Jaya.

“Terkait dengan tilang uji emisi, sudah dilakukan koordinasi dengan Dirlantas, dan rencananya pada awal November mendatang tilang uji emisi akan diberlakukan kembali di beberapa lokasi,” kata Ani di Balai Kota DKI Jakarta, pekan lalu.

Uji emisi adalah proses pengujian kinerja mesin kendaraan untuk menilai tingkat efisiensi pembakaran dalam mesin. Pengujian ini memiliki persyaratan khusus yang berbeda-beda tergantung pada jenis kendaraan. Selain itu, proses uji emisi juga dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai aspek penting terkait dengan kondisi kendaraan, seperti keadaan injector, kadar gas buang mesin, dan kadar sisa gas buang dari knalpot.

Untuk lulus uji emisi, pengemudi kendaraan perlu memenuhi sejumlah kriteria tertentu, yang berbeda tergantung pada jenis kendaraan yang mereka miliki. Sebagai contoh, pada mobil bermesin bensin, ada dua kategori utama, yaitu mobil yang diproduksi sebelum tahun 2007 dan setelah tahun 2007.

Mobil yang diproduksi sebelum tahun 2007 harus memiliki kadar CO2 di bawah 3 persen dan kadar HC di bawah 700 ppm. Sementara itu, mobil yang diproduksi setelah tahun 2007 harus memiliki kadar CO2 tidak lebih dari 1,5 persen, dengan kadar HC di bawah 200 ppm.

Adapun syarat berbeda berlaku untuk mobil diesel dengan berat lebih dari 3,5 ton, tergantung pada periode produksinya, yakni di atas atau di bawah tahun 2010. Mobil diesel yang diproduksi di atas tahun 2010 harus memiliki kadar opasitas di bawah 40 persen, sedangkan mobil yang diproduksi sebelum tahun 2010 tidak boleh memiliki kadar opasitas melebihi 50 persen.

Uji emisi juga tidak hanya berlaku untuk mobil, tetapi juga untuk sepeda motor. Kategori sepeda motor dibagi berdasarkan periode waktu di atas atau di bawah tahun 2010, serta berdasarkan jenis mesin 2 tak dan 4 tak. Motor 2 tak yang diproduksi sebelum tahun 2010 tidak boleh memiliki kadar HC lebih dari 12.000 ppm, sementara motor 4 tak tidak boleh memiliki kadar HC lebih dari 2.400 ppm. Motor di atas tahun 2010, baik yang bermesin 2 tak maupun 4 tak, harus memenuhi syarat maksimal kadar CO2 sebesar 4,5 persen dan kadar HC sebesar 2.000 ppm.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu