Syarat Perpanjang Pajak Tahunan STNK

Di Indonesia, kepemilikan kendaraan bermotor tidak hanya melibatkan aspek kenyamanan dan mobilitas, tetapi juga tanggung jawab hukum yang harus dipatuhi oleh setiap pemilik. Salah satu persyaratan utama yang harus dipenuhi adalah memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dokumen resmi yang menyatakan legalitas dan identitas kendaraan tersebut. Kewajiban untuk memperpanjang masa berlaku STNK menjadi suatu prosedur rutin yang harus dilakukan oleh para pemilik kendaraan, baik itu mobil atau motor.

Menurut Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 288 ayat (1), setiap kendaraan yang beroperasi di jalan wajib dilengkapi dengan STNK. Ketidakpatuhan terhadap aturan ini dapat berujung pada denda dan bahkan hukuman pidana. Oleh karena itu, pemilik kendaraan harus memahami betul mengenai proses perpanjangan STNK untuk menjaga agar kendaraan mereka tetap legal dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Pada tahun 2024, proses perpanjangan STNK masih mengacu pada ketentuan yang telah ada sebelumnya. Ada dua pilihan yang dapat dipilih oleh para pemilik kendaraan, yaitu datang langsung ke Samsat atau memanfaatkan layanan perpanjangan secara online. Keduanya memiliki persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemilik kendaraan guna menjamin kelancaran proses perpanjangan.

Syarat-syarat perpanjangan STNK untuk masa berlaku 5 tahunan melibatkan STNK asli dan fotokopi, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) asli dan fotokopi, Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik kendaraan sesuai dengan STNK dan BPKB beserta fotokopi, formulir permohonan perpanjangan STNK yang bisa diperoleh dari kantor Samsat, Surat Keterangan Buka Blokir apabila STNK dalam status terblokir, dan Surat Kuasa jika perpanjangan STNK diurus oleh orang lain dengan identitas yang berbeda dari STNK dan BPKB.

Bagi yang memilih perpanjangan secara langsung di kantor Samsat, prosesnya mencakup kunjungan ke kantor Samsat terdekat dengan membawa kendaraan yang akan diperpanjang STNK-nya. Setelah itu, kendaraan harus didaftarkan untuk menjalani cek fisik, dan hasil cek fisik tersebut harus dilegalisir. Selanjutnya, pemilik kendaraan harus mengisi formulir perpanjangan STNK, menyerahkan berkas-berkas di loket progresif, melakukan pembayaran pajak kendaraan di loket yang ditentukan, menunggu penerbitan STNK dan plat nomor baru di loket Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), dan terakhir, mengambil STNK dan plat nomor kendaraan yang baru.

Sementara itu, bagi pemilik kendaraan yang lebih memilih kenyamanan perpanjangan secara online, langkah-langkahnya mencakup pengunduhan aplikasi Samsat Online Nasional, pendaftaran data diri, pengisian formulir sesuai dengan data pribadi dan informasi kendaraan, proses pembayaran dengan menggunakan kode pembayaran yang diberikan, menerima e-pengesahan STNK dan e-TBPKP melalui email setelah pembayaran, dan penerimaan stiker dan TBPKP yang dikirim sesuai dengan alamat domisili yang terdaftar dalam waktu satu minggu.

Perlu dicatat bahwa biaya perpanjangan STNK 5 tahunan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, ada sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) yang harus dibayarkan oleh pemilik kendaraan. Sumbangan ini dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban pemilik kendaraan terhadap risiko kecelakaan yang dapat menyebabkan cedera pada orang lain. Oleh karena itu, pemilik kendaraan perlu memahami betul tentang ketentuan-ketentuan ini untuk memastikan kepatuhan mereka terhadap regulasi lalu lintas dan keamanan jalan.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu