Tangkap Pelaku Kejadian Vina

Anggota Komisi III DPR Desak Polisi Segera Tangkap 3 Buron Pembunuh Vina. Polda Jawa Barat (Jabar) terus berupaya menangkap tiga pelaku pembunuhan Vina dan temannya, Rizky atau Eky, yang telah buron sejak tahun 2016. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, mendesak agar polisi segera menangkap para buron tersebut.

“Kejar, tangkap, proses sampai tuntas untuk keadilan. Siapapun yang bersalah tetap harus diproses hukum,” kata Jazilul kepada wartawan, Kamis (16/5/2024).

Jazilul menekankan pentingnya penyelesaian kasus pembunuhan Vina ini secara menyeluruh. Ia yakin kepolisian akan bertindak profesional dalam menangani kasus ini.

“Saya rasa ‘utang kasus’ buronan seperti ini harus diselesaikan secara profesional,” tambahnya.

Berdasarkan informasi dari Polda Jabar, tiga buron dalam kasus pembunuhan ini adalah Andi, Dani, dan Pegi alias Perong. Meski identitas asli mereka belum bisa dipastikan.

Andi, yang diperkirakan berusia 31 tahun, memiliki tinggi badan 165 cm, berbadan kecil, rambut lurus, dan berkulit hitam. Dani, diperkirakan berumur 28 tahun, memiliki tinggi 170 cm, berbadan sedang, rambut keriting, dan kulit sawo matang. Sementara itu, Pegi alias Perong, yang diperkirakan berusia 31 tahun, memiliki perawakan kecil dengan tinggi badan 160 cm, rambut keriting, dan kulit hitam.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast memberikan ultimatum kepada ketiga pelaku yang telah buron sejak 2016. Ia meminta para pelaku segera menyerahkan diri.

“Kami mengimbau kepada tiga tersangka yang masih buron, atau kepada pihak orang tuanya, jika mengetahui keberadaan mereka, kami minta agar mereka segera menyerahkan diri. Sehingga kami dapat memproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujar Abast, seperti dilansir detikJabar, Kamis (16/5).

Abast juga menegaskan bahwa polisi akan menindak tegas siapa saja yang berusaha menyembunyikan ketiga pembunuh Vina tersebut.

“Sesuai undang-undang yang berlaku, jika ada upaya melindungi, menutupi jejak pelaku, atau menyembunyikan mereka, maka bisa dikenakan tindak pidana. Jadi kami harap mereka berkoordinasi dan menyerahkan diri,” tegasnya.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu