Tiap 2 Tahun Berganti Hp

Mayoritas penduduk Indonesia rata-rata mengganti ponsel mereka setiap dua tahun. Hasil studi terbaru dari Populix yang berjudul “Perilaku Pembelian Ponsel di Indonesia” mengindikasikan bahwa penduduk Indonesia mengganti ponsel mereka kurang dari tiga tahun sekali. Alasan di balik seringnya pergantian ponsel dalam waktu yang relatif singkat ini adalah beragam.

“Sebagian besar responden merasa cukup dengan menggunakan satu smartphone, tetapi ada juga yang menggunakan dua smartphone atau lebih, dengan tujuan untuk mengelola berbagai aktivitas mereka dengan lebih efisien. Selain itu, mayoritas responden cenderung mengganti smartphone mereka kurang dari tiga tahun,” kata Timothy Astandu, Co-Founder dan CEO Populix, dalam sebuah pernyataan pada Jumat (15/9).

Menurut Timothy, ada dua alasan utama yang mendasari keputusan mereka untuk mengganti smartphone, yaitu smartphone lama tidak lagi mendukung sistem operasi terbaru dan kapasitas memori smartphone yang sudah penuh.

“Alasan-alasan ini sejalan dengan faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh responden saat membeli smartphone baru, seperti besaran RAM dan kapasitas memori yang ditawarkan,” tambahnya.

Salah satu alasan terbesar untuk mengganti ponsel adalah karena ponsel lama tidak lagi mendukung sistem operasi terbaru, mencapai 38 persen dari total responden. Alasan kedua untuk mengganti ponsel adalah kapasitas memori ponsel yang sudah mencapai batas maksimal, dengan persentase sekitar 33 persen.

Kemajuan teknologi membuat aplikasi semakin canggih dan ini berdampak pada ukuran data yang digunakan. Beberapa ponsel lama memiliki kapasitas memori yang terbatas, sehingga tidak sesuai dengan kapasitas yang diperlukan.

Penyimpanan cloud sering digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi masalah ini, meskipun pengguna harus membayar biaya berlangganan.

Alasan lain yang menjadi dasar untuk mengganti ponsel termasuk keinginan untuk memiliki smartphone dengan fitur terbaru (14 persen), keluarnya seri terbaru dari merek smartphone favorit (6 persen), dan mengikuti tren perkembangan smartphone terbaru (2 persen).

Lebih lanjut, mayoritas responden Populix terakhir kali mengganti smartphone mereka kurang dari tiga tahun yang lalu.

Secara lebih rinci, sekitar 36 persen mengganti smartphone sekitar satu hingga dua tahun yang lalu, 28 persen melakukan penggantian dalam kurun waktu kurang dari setahun yang lalu, 22 persen mengganti smartphone mereka dalam 2 sampai 3 tahun yang lalu, dan hanya sebagian kecil yang mengganti smartphone mereka lebih dari tiga tahun yang lalu.

Populix melakukan survei online dengan melibatkan 1.096 responden laki-laki dan perempuan. Survei ini dilakukan untuk memahami kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membeli smartphone hingga metode pembayaran yang digunakan untuk bertransaksi.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu