Tinggal Seminggu Lagi Masa Kampanye

Masa kampanye Pemilu 2024 tinggal menghitung hari, dengan hanya satu pekan tersisa hingga 10 Februari mendatang. Setelah itu, para peserta Pemilu diwajibkan untuk memasuki masa tenang, yang berlangsung pada 11, 12, dan 13 Februari. Pada periode tersebut, segala bentuk kegiatan kampanye dilarang, dan Bawaslu memiliki wewenang untuk bertindak apabila masih terdapat pelanggaran kampanye.

Selama masa tenang, tidak hanya kegiatan kampanye yang dilarang, namun juga pemasangan alat peraga kampanye seperti videotron, spanduk, dan baliho. Petugas akan bertugas mencopot alat peraga tersebut untuk memastikan ketertiban menjelang hari pemungutan suara. Iklan di media massa juga tidak diizinkan bagi peserta Pemilu selama masa tenang.

Hari pemungutan suara Pemilu 2024 dijadwalkan pada Rabu, 14 Februari. Masyarakat akan diberikan lima surat suara untuk dicoblos, mencakup surat suara capres-cawapres, calon anggota DPR RI, calon anggota DPRD provinsi, calon anggota DPRD kabupaten/kota, dan calon anggota DPD RI. Proses pencoblosan dilakukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan penghitungan suara dimulai setelah penutupan pencoblosan pada siang hari.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengawasi proses rekapitulasi suara secara berjenjang, dimulai dari tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat pusat. Sesuai dengan Undang-Undang No.7 tahun 2017 tentang Pemilu, KPU memiliki batas waktu maksimal 35 hari untuk menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara.

Penting untuk dicatat bahwa aturan ini bertujuan untuk menjaga keadilan dan ketertiban selama proses Pemilu. Masa tenang menjadi momen krusial untuk memastikan bahwa masyarakat dapat memberikan suaranya tanpa adanya pengaruh atau tekanan dari pihak-pihak tertentu. Bawaslu, sebagai lembaga pengawas pemilu, memiliki peran penting dalam menegakkan aturan dan menjaga keberlangsungan proses demokrasi.

Tidak hanya itu, pelanggaran terhadap aturan masa tenang dapat berujung pada sanksi yang diberikan oleh Bawaslu. Oleh karena itu, para peserta Pemilu diharapkan untuk mematuhi aturan tersebut demi menjaga integritas dan validitas hasil Pemilu.

Pada akhirnya, Pemilu bukan hanya tentang pemilihan para pemimpin, tetapi juga tentang partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan arah masa depan negara. Dengan menjalankan proses Pemilu secara transparan dan adil, diharapkan hasilnya dapat mencerminkan kehendak sebenarnya dari rakyat.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu