Tren Joki Strava

Tren Joki Strava: Layanan Lari Rp 2.000 Per Kilometer. Aktivitas lari semakin digemari di Indonesia, terlihat dari banyaknya masyarakat yang memamerkan performa lari mereka di media sosial menggunakan aplikasi Strava. Strava memungkinkan pelari melacak kecepatan, rute, pace, jarak tempuh, durasi, elevation gain, denyut jantung, hingga kalori yang terbakar.

Munculnya #JokiStrava di Media Sosial

Tren joki Strava mulai viral di media sosial, terutama di platform X/Twitter. Akun seperti @hahahiheho, @Irgsyhs, dan @spencerrade menawarkan jasa ini dengan berbagai pilihan pembayaran dan kriteria. Misalnya, @spencerrade menawarkan joki untuk online race 5K dan 10K, sementara @jasajokilari yang dikelola oleh El, menawarkan joki dengan harga berdasarkan pace, mulai dari Rp 2.000 per kilometer.

Jadi Sampingan

El, seorang mahasiswa, menjadikan joki Strava sebagai pekerjaan sampingan. Ia sudah menjalani perjokian lari sejak tahun lalu, awalnya untuk membantu teman-temannya. El berencana menawarkan jasa lain seperti menjadi pacer karena minat pada joki Strava masih terbatas.

Demi Validasi di Media Sosial?

Fenomena Joki Strava memancing beragam komentar dari warganet. Beberapa merasa lucu, sementara yang lain menganggapnya sebagai tren yang muncul karena FOMO dan untuk mencari validasi sosial. Olahraga seharusnya untuk kesehatan pribadi, bukan untuk validasi dari orang lain di media sosial.

You might also like

More Similar Posts

Menu