Tren Self Diagnosis

Waspada, Self Diagnosis Gangguan Kesehatan Mental Bisa Jadi Bumerang. Tren self diagnosis atau diagnosis mandiri gejala gangguan kesehatan mental yang meningkat di kalangan generasi muda dapat berbahaya jika tidak tepat. Kesalahan dalam penanganan bisa memperparah masalah.

“Asal diagnosanya benar, itu bagus. Tapi kalau tidak tepat bisa jadi bumerang, karena salah menjustifikasi diri sendiri akan mempengaruhi sikap dan perilaku,” ujar Prof. Dr. Purwati MS Kons, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Purwati menekankan pentingnya konsultasi dengan ahli dan observasi komprehensif sebelum menyimpulkan adanya gangguan kesehatan mental. Gangguan ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk sosial, fisiologis, dan psikologis.

Seminar kesehatan mental di Pendapa R Ng Yasadipura PUI Javanologi UNS Solo, Jumat (5/7/2024), menjadi bagian dari acara MM24 bertema “Menari di Tepi Kegelapan”, yang diselenggarakan oleh mahasiswa Prodi D3 Manajemen Perdagangan Sekolah Vokasi UNS. Acara ini juga mencakup pameran instalasi kesehatan mental dan konsultasi gratis oleh mahasiswa Fakultas Psikologi UNS.

Kaprodi D3 Manajemen Perdagangan, Rohmawan Adi Pratama SE MBA, berharap melalui event ini mahasiswa bisa mengintegrasikan pengetahuan akademis dengan keterampilan praktis dan berdampak positif bagi masyarakat.

You might also like

More Similar Posts

Menu