User Instagram Berpindah

Instagram Ditanggalkan, Seniman Beralih ke Aplikasi Pengganti. Foto aplikasi Instagram pada layar perangkat mobile di New York (23 Agustus 2019) menggambarkan pergeseran signifikan di dunia media sosial. Meta, perusahaan induk Instagram dan Facebook, dilaporkan menggunakan foto-foto milik pengguna untuk melatih model kecerdasan buatan (AI). Langkah ini memicu gelombang perpindahan para seniman ke aplikasi pengganti.

Para seniman merasa marah dan khawatir jika Emu, generator teks-ke-gambar milik Instagram, akan meniru karya mereka. Akibatnya, banyak seniman yang memilih pindah ke Cara, sebuah platform yang baru berdiri satu tahun lalu.

Bulan lalu, Meta mengumumkan penggunaan alat EMU. Chief Product Officer Meta, Chris Cox, mengungkapkan bahwa perusahaannya memanfaatkan konten pengguna untuk melatih Emu. Pengguna di Eropa juga mendapatkan pemberitahuan bahwa unggahan mereka digunakan untuk pelatihan AI.

Keadaan ini membawa berkah bagi Cara. Menurut Business Insider, banyak seniman yang berpindah ke platform tersebut. Tech Crunch melaporkan jumlah pengguna Cara mencapai lebih dari 600 ribu orang pada minggu pertama bulan Juni.

Berbeda dengan Meta, Cara memastikan bahwa mereka tidak terlibat dalam industri AI. Platform ini mengklaim tidak melatih model AI apapun dengan konten pengguna. Bahkan, Cara menyediakan fitur yang mencegah penggunaan konten oleh AI tanpa izin.

“Seniman memilih Cara karena kemarahan dan ketidaksetujuan dengan kebijakan AI di Instagram,” kata Meridian Culpepper, seorang seniman animasi asal Los Angeles, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (15/6/2024).

Para seniman memilih platform seperti Cara untuk melindungi hak cipta karya mereka. Beberapa seniman juga mendesak pemerintah untuk ikut campur dalam masalah ini, salah satunya dengan memberikan hak kepada pengguna untuk mengecualikan konten mereka dari pelatihan AI oleh platform.

“Saya kecewa karena Singapura tidak memiliki kebijakan yang melarang Instagram dan Facebook menggunakan gambar dan karya seni kami untuk AI mereka,” ujar Noah Smith, seorang mahasiswa animasi asal Singapura.

You might also like

More Similar Posts

Menu