Vaksin Moderna untuk Khalayak Umum? Simak Reaksinya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 jenis Moderna untuk masyarakat umum di seluruh provinsi di Indonesia.

“Vaksin Moderna yang dialokasikan pada pekan kedua Agustus 2021 ini untuk memenuhi kebutuhan dua dosis sekaligus,” ujar juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, saat mengumumkan pendistribusian itu, Kamis 12 Agustus 2021.

Nadia menyiah masyarakat umum, vaksin Moderna diberikan kepada peserta yang belum sama sekali mendapatkan vaksinasi Covid-19. Nadia menerangkan, vaksin berbasis mRNA tersebut diberikan sebanyak dua dosis kepada peserta vaksinasi dengan interval selama empat pekan dari dosis pertama.

“Mempertimbangkan pentingnya hal tersebut, kami sampaikan permohonan kepada Pemda untuk memfasilitasi pelayanan vaksinasi Covid-19 Moderna bagi masyarakat, sehingga penanggulangan pandemi Covid-19 melalui intervensi vaksinasi dapat berjalan dengan baik,” urai Nadia.

Terkait penggunaan vaksin Moderna, praktisi klinik, edukator, pengamat kesehatan, dan relawan Covid-19, Muhammad Fajri Adda’i mengingatkan bahwa setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap vaksin sehingga tak bisa disama ratakan. Fajri berharap, masyarakat tidak merasa khawatir yang berlebihan.

“Reaksi-reaksi ini tidak terjadi pada semua orang, tergantung presentase masing-masing gejala jadi tidak perlu takut berlebihan,” ujar Fajri dalam keterangan resmi yang diterima ANTARA pada Minggu, 8 Agustus 2021.

Fajri menerangkan, jika tersedia 1,2 juta tenaga kesehatan (nakes) yang akan disuntik vaksin Moderna, maka akan ada sebanyak 70 persen dikali 1,2 juta orang yang akan mengeluhkan nyeri; 50 persen gejala sistematik; 30 persen kelelahan; 1,3 persen ruam pada kulit; dan sebagainya.

Reaksi tersebut ialah rekasi yang wajar dan umum ditemukan vaksin lainnya.

“Jadi pembesaran limfonodi juga dapat ditemukan pada vaksin lain, hanya saja kejadian pada vaksin dengan platform mRNA yang reaktogenisitasnya kuat termasuk paling sering,” terang Fajri yang juga seorang dokter itu.

“Istirahat, minum, dan makan yang baik. Jangan begadang sebelum dan setelah vaksinasi hingga beberapa minggu ke depan, hindari rokok, alkohol, dan zat-zat berbahaya lainnya,” imbuhnya.

You might also like
Tags: , , , ,

More Similar Posts

Menu