Voucher Belanja Barang Impor

Voucher atau kupon hingga poin sering digunakan sebagai strategi promosi oleh platform e-commerce untuk menarik perhatian konsumen. Namun, jenis promosi ini kini tidak akan berlaku lagi untuk pembelian barang impor melalui platform digital.

Aturan tersebut dijelaskan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96 Tahun 2023 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai, dan Pajak atas Impor dan Ekspor Barang Kiriman. Aturan ini mulai berlaku sejak 17 Oktober 2023 dan mencakup ketentuan terkait nilai bea masuk, pajak, dan cukai untuk barang-barang yang dibeli melalui impor di e-commerce.

Fadjar Donny Tjahjadi, Direktur Teknis Kepabeanan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, menjelaskan bahwa PMK ini diterbitkan untuk mengatur transaksi jual-beli barang impor di e-commerce. Langkah ini diambil karena masuknya barang-barang impor dengan harga murah ke pasar Indonesia dapat berdampak negatif pada pertumbuhan industri dalam negeri, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Donny mengungkapkan, “Kami mengeluarkan peraturan ini untuk menciptakan persaingan yang adil dan melindungi industri dalam negeri.”

Ketentuan terkait Voucher dan Kupon terdapat di dalam Bab Lampiran Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96 Tahun 2023. Di sana dijelaskan bahwa Ditjen Bea dan Cukai tidak akan mengakui voucher dan kupon sebagai bentuk promosi pada e-commerce yang dapat mengurangi total pembayaran atas barang yang dibeli.

Selain itu, penggunaan uang virtual atau kredit poin juga tidak akan diakui sesuai dengan peraturan tersebut. Berikut adalah isi lengkap ketentuan tersebut:

Promosi pada transaksi e-commerce untuk barang impor tidak dianggap sebagai potongan harga barang dan mencakup semua bentuk promosi pada transaksi e-commerce yang dapat mengurangi atau menggantikan pembayaran untuk pembelian barang, termasuk:

a. Penggunaan voucher atau kupon belanja yang berfungsi sebagai alat pembayaran dan menggunakan kode tertentu;

b. Penggunaan uang virtual, kredit poin, atau yang serupa dengan itu yang berasal dari pembelian sebelumnya dan digunakan sebagai pembayaran atau pengurang pembayaran untuk pembelian selanjutnya.

Sebagai contoh, jika seseorang membeli barang impor di e-commerce dengan harga US$ 21,69 ditambah biaya pengiriman US$ 2,5 dan asuransi pengiriman US$ 0,81 (Total US$ 25.00) dan kemudian menggunakan voucher senilai US$ 20, petugas bea cukai akan tetap menghitung nilai bea masuk sebesar US$ 25.

Tarif bea masuk dan pajak akan dihitung berdasarkan harga US$ 25, tanpa memperhitungkan potongan voucher sebesar US$ 20.

Hal yang sama berlaku untuk penggunaan uang virtual atau kredit poin. Jika seorang konsumen membeli ponsel dengan harga US$ 650 dan biaya pengiriman US$ 12, serta asuransi US$ 3 (Total US$ 665), dan kemudian menggunakan uang virtual atau kredit poin senilai US$ 150, penggunaan tersebut tidak akan diakui, sehingga nilai bea masuk dan pajak akan dihitung berdasarkan harga US$ 665 tersebut.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu