Waduh! Kampung Serabi Semarang Bisa Punah Kalo Gini..

Hanya empat pembuat serabi yang bertahan di Kampung Serabi, Kelurahan Kalicari, Pedurungan. Yakni, Bu Tukini, Bu Ali, Bu Kamiyah, dan Bu Marsono.

Hal tersebut disebabkan karena kurangnya minat generasi muda untuk membuat serabi. Kampung Serabi berada di RT 2, RW 3, Kelurahan Kalicari, Pedurungan sangatlah memprihatinkan. Pasalnya, daerah tersebut merupakan pelopor serabi di Semarang.

Bahkan, Kampung Bubur yang berada di Kelurahan Tandang, Tembalang berasal dari Kampung Serabi Kalicari ini. Ketua RT 2 RW 3, Herman menjelaskan dulunya sekitar 20 ibu yang membuat serabi. Namun, karena dampak pandemi mereka banyak beralih profesi, seperti buka laundry.

“Kemarin sebelum pandemi malah istri Jokowi memesan serabi ke sini,” katanya, Senin (27/9/2021).

Salah satu pembuat serabi, Kamiyah, 60, menjelaskan, dia tidak punya anak perempuan untuk meneruskan usaha serabinya.

“Anak saya lelaki semua, tidak mau meneruskan usaha serabi saya,” jelasnya.

Diakuinya, ia pernah dituduh dinas kesehatan serabinya dicampur dengan formalin karena serabinya begitu kenyal.

“Lha kalau diformalin, beli formalinnya di mana? Saya tidak tahu formalin itu apa kok,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan resep kenyalnya karena bahan baku yang terdiri atas santan, garam harus diuleni dengan sabar. Pembuat bubur lain, Bu Ali, 63, menjelaskan, ia membuat serabi pada pukul 08.00 pagi. Di waktu bersamaan dia juga membuat juruh/kinco, bubur susum, dan santannya.

Dulunya ia menjajakan dagangannya dengan cara menggendong ke daerah Tlogosari. Berangkat pukul 2 pulang pukul 5 sore. Sekarang ia hanya melayani yang pesan saja dengan memanfaatkan media sosial, seperti whatsapp.

“Bisa pesan di Bu Ali Serabi,” jelasnya.

Lurah Kalicari Didik Agung, 53, menjelaskan pihak kelurahan sudah mengupayakan dan mendukung Kampung Serabi dengan berbagai pelatihan pembuatan serabi sekaligus pemasarannya.

“Hambatannya di pemasaran. Kan warga yang membuat serabi banyak yang belum bisa smartphone sebagai alat pemasarannya,” tuturnya.

Ia berharap terdapat generasi muda yang mau meneruskan pembuatan serabi.

“Kami mengusulkan ada pelatihan pembuatan serabi untuk anak muda dengan menambahkan cita rasa yang modern,” ungkapnya.

You might also like
Tags: , ,

More Similar Posts

Menu