Wali Kota Semarang Keluarkan Instruksi Terkait Nataru

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengambil beberapa langkah pengetatan. Di antaranya, supermarket, minimarket, hypermarket, swalayan, pusat perbelanjaan, dan mal yang beroperasi hingga pukul 21.00 WIB, pada saat sekolah Kembali beroprasi akan diperketat kapasitasnya menjadi 75 persen.

Hendi, sapaan akrabnya, akan  menambahkan, untuk tempat hiburan, termasuk bioskop, dan  Food Court yang berada di mall. Bioskop sendiri dapat menerima pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas, dengan ketentuan waktu operasional serupa dengan mal, yaitu hingga pukul 22.00 WIB.

Disampaikan, untuk penyelenggaraan kegiatan seni, budaya, serta olahraga, yang semula hanya ditetapkan untuk diikuti oleh peserta dengan jumlah 50 persen dari kapasitas ruang, tetap diberlakukan selama libur Natal dan tahun baru. Namun, dengan ketentuan tambahan jumlah maksimal selebihnya hanya 200 orang.

“Sedangkan untuk tempat wisata tetap diizinkan beroperasi hingga pukul 24.00 WIB, namun dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 75 persen dari kapasitas. Selain itu tetap melaksanakan protocol kesehatan dengan ketat, memastikan tidak ada kerumunan, memastikan pekerja dan pengunjung sudah divaksin, serta menjalankan scanning  menggunakan aplikasi Peduli Lindungi,” terang Hendi, saat diwawancarai di Lobby Kantor Wali Kota, Senin (20/12/2021).

Ditambahkan, untuk kegiatan ibadah Natal 2021, pengelola tempat ibadah diminta mengedepankan penyelenggaraan secara sederhana dengan metode hybrid, membatasi jumlah jemaat yang hadir maksimal 75 persen dari kapasitas, menyediakan sarana cuci tangan, hingga melakukan pembersihan dengan disinfektan berkala. Pengelola juga harus menggunakan aplikasi peduli lindungi untuk skrining, serta membentuk satgas yang bertugas mengawasi protokol kesehatan.

Menurutnya, instruksi yang dikeluarkan tersebut disesuaikan dengan kondisi Kota Semarang yang saat ini berstatus PPKM level 1. Hendi berharap, lonjakan kasus virus corona tidak terulang lagi, mengingat Kota Semarang pernah menghadapi dua momentum lonjakan kasus Covid-19 pascalibur panjang, yaitu sekitar Januari hingga Juli 2021.

Pada kesempatan itu, Hendi juga meminta kepada masyarakat Kota Semarang untuk tidak bepergian ke luar kota, ataupun pulang kampung. Jika memang dinilai adanya keperluan mendesak, masyarakat yang akan bepergian ke luar kota Semarang wajib diberlakukan scanning menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

You might also like

More Similar Posts

Menu