Whatsapp Diharap Bisa Ikut Cegah Penipuan Online

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan bahwa penipuan online masih terjadi sebagai dampak dari daur ulang nomor SIM Card. Meskipun nomor fisik SIM Card sudah tidak aktif, akun aplikasi percakapan seperti WhatsApp (WA) tetap dapat aktif. Hal ini karena WA tetap mempertahankan akun pengguna, terlepas dari status SIM Card yang sudah hangus atau masih aktif.

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kominfo, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan bahwa WA tidak terkait dengan nomor secara langsung. Meskipun data seluler dimatikan, WA tetap aktif ketika menggunakan WiFi. WA selalu aktif kecuali jika diblokir. Ketika seseorang keluar negeri dan mengganti nomor, WA tetap menggunakan akun dan password yang sama. Oleh karena itu, jika nomor yang sebelumnya didaur ulang dihubungi, itu mungkin dari orang yang menggunakan nomor yang diaktifkan kembali.

Kominfo berusaha membuat aturan kerja sama antara operator seluler dan perusahaan digital untuk mengatasi penipuan di platform digital. Namun, Wayan mengeluh bahwa perusahaan digital enggan bekerja sama dan menyebut perlunya aturan baru. Dia juga mengindikasikan kemungkinan memberikan sanksi tegas, seperti mengeluarkan perusahaan yang tidak patuh dari operasionalnya di Indonesia. Namun, hal tersebut diakui dapat berdampak pada pengguna di Indonesia.

Wayan menyamakan fenomena ini dengan saat platform digital diminta mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), di mana beberapa platform menunda-nunda pendaftaran. Dia menyarankan adanya regulasi yang mengatur kewajiban kerja sama antara penyelenggara layanan digital dan operator telekomunikasi untuk lebih efektif memonitor konten negatif.

Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk, Merza Fachys, menyatakan bahwa mereka melakukan pemblokiran konten negatif, termasuk penipuan, sesuai dengan arahan Kominfo. Namun, ia mengakui bahwa belum ada kerja sama dengan perusahaan teknologi pemilik aplikasi percakapan untuk memblokir konten penipuan dari platform tersebut. Fachys juga mendukung adanya regulasi yang mengatur kerja sama antara penyelenggara layanan digital dan operator telekomunikasi untuk memonitor konten negatif dengan lebih efektif.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu